Rabu, 27 Juli 2016

Pantai Ujung Negoro : Surga Tersembunyi Dibalik Proyek PLTU Batang

Berawal dari gak sengaja tapi nyenengin. Bisa dibilang unpredictable and unplaning holiday it's can be a best moment (maybe,, ehehehe). Pertama kita bedah dulu Ujung Negoro dimana, apa dan bagaimana. Orang batang, pekalongan dan sekitarnya pasti tau pantai ini. Berhubung gue bukan orang daerah situ, jadi maklum gak tau.

Gue kutip wacana di kompas, katanya nih :
"Pantai ujung negoro merupakan salah satu pantai yang indah yang terdapat di Kabupaten Batang Jawa Tengah.Terletak di Desa Ujung Negoro  kecamatan Tulis kab.Batang dan berjarak kurang lebih 17 km dari kota Batang.Pantai ini merupakan pantai dengan gugusan pasir yang indah dan sangat menyejukkan pikiran saat kita berkunjung ke sana. Kabupaten Batang sendiri merupakan kabupaten termuda di provinsi jawa tengah namun memiliki  potensi pariwisata yang sangat banyak.Dari wisata pegunungan ,wisata alam,dan juga wisata bahari,semuanya sangatlah menarik untuk kita kunjungi. Salah satu wisata Bahari yang saat ini menjadi potensi wisata daerah kabupaten Batang yang membanggakan adalah pantai Ujung Negoro Batang.Pantai ini selalu ramai dikunjungi oleh turis lokal apalagi jika musim liburan tiba maka pantai ujung negoro menjadi tempat favorit untuk berwisata bersama bersama keluarga". 
 
Jadi secara garis besar pantai ini udah lumayan terkenal dan jadi primadona (katanya) di wilayah tersebut. Pasti kalian tanya - tanya kenapa judul di atas ada kata - kata "Dibalik Proyek PLTU Batang", yups karena memang saat postingan ini di buat proyek tersebut sedang berjalan dan owner proyeknya PT. Bhimasena Power Indonesia (BPI) salah satu anak perusahaan PT. Adaro Energy. Rencananya sih bakal jadi PLTU terbesar di asia tenggara. Kita liat nanti deh, balik lagi ke pantai ujung negoro.
 
Gue ke lokasi tersebut bareng ama temen gue yang asli Pekalongan, namanya Hari Septian (sebut saja dia SAPRI). Gue nginep tempat sapri selepas turun dari lawu (thanks berat loh pri, sudah nyelamatin incess dari resiko nggelandang dari lawu). Gue kenal sapri dari anak - anak proyek PIR (Pondok Indah Residance), maklum lah aku mah apa atuh cuma buruh proyek. Dari rumah sapri naik motor berangkat jam 11.00 WIB (busyeeettt pantura panas banget dahh, gak ketulungan. mana debu, macet karena masih masa lebaran lengkap deh incess jadi ikan asin). Nyampe lokasi gue lupa jam berapa yang pasti udah lewat adzan dzuhur deh. Di pintu masuk kita ditarik biaya retribusi sebesar Rp. 5000 per orang. Langsung parkir deh kita..

Pantai ujung negoro bukan kayak pantai pantai biasa yang pasirnya banyak, tapi kayak semacam tebing gitu. Pantainya jauh di bawah hahahaha jadi kita harus turun tangga dulu. Ati - ati saat turun tangga, karena lumayan banyak anak tangga yang rusak gitu. Sampe di bawah kita di suguhi lautan luaaassssss memandang dengan deburan ombak. Gue kesitu pas lagi pasang jadi hamparan pasir yang keliatan sedikit banget. Untuk menuju ke hamparan pasir kita musti nyusurin jalan setapak kayak tebing. Jalannya sudah bagus karena memang dirawat.

Gak hanya keindahan di bagian pantai saja,tapi di pelataran yang sudah dibangun jadi keliatan bersih. Di beberapa sisi tempat disediakan tempat sampah sesuai jenisnya. Ada untuk sampah basah, kering serta khusus plastik. Bener - bener keliatan bersih dan rapi. Ada warung penjual makan sama arena bermai. Hamparan halaman pantai ini juga dihiasi pohon ketapang yang berjajar. Pohon yang memberikan kesejukan bila cuaca panas. Kesegaran udara khas laut langsung terasa berpadu dengan aroma pantai. Untuk lebih memanjakan pengunjung, tersedia dermaga kecil yang menjorok ke bibir pantai. Dari dalam bangunan kecil ini, pengunjung bisa menikmati panorama dan terlindung dari panas maupun hujan. Pandangan jauh ke laut lepas dapat dirasakan di dermaga ini. Disertai angin laut yang bertiup tanpa henti. Gairah keindahan yang sulit dilupakan.

Di sisi lain pantai, ada tebing dari bukit berbatu. Tebing ini bersinggungan langsung dengan pantai. Bangunan beton penahan ombak udah dibangun. Di atasnya disediakan jalan setapak, jadi bisa nikmatin pemandangan dengan aman. Di sisi lain bukit, ada gua kecil yang dikenal "Gua Aswatama". Gua ini tidak terlalu dalam.  Diatas bukit ada makam. Makam peninggalan Syeikh Maulana Maghribi orang sekitar nyebutnya petilasan.


Nah itu sekilas tentang Pantai Ujung Negoro, kab Batang. Sementara gue posting dulu tulisan ini, nanti bakal gue masukin foto - fotonya. Silahkan berkunjung ke Pantai Ujung Negoro kalo lewat Kab. Batang.

Salam Ransel & Lingkungan
Sepatu Tanpa kaca
IG @widyastutimugirahayu

GUNTUR : Miniatur Semeru, Kecil - Kecil Tapi Cabe Rawit

Gb. Gunung Guntur

GUNTUR... asing gak sih di telinga?? Banyak yang bilang sih "Semeru di Tanah Garut", "Miniatur Semeru" dan sebagainya masih banyak lagi. Meskipun gn. Guntur gak setinggi semeru cuma 2.249 mdpl, tapi jangan salah. Meski kecil tapi cabe rawit loh, pueeeddeeesssseee reekk. Treknya nyiksa batin eneng sepanjang perjalanan bang T_T (berasa pengen teriakkkkkk waktu itu).

Sebelum masuk ke ulasan, kita keppoin dulu yuk profil Gn. Guntur.
"Siapa sih dia? Apa sih dia?? Kayak gimana sih dia??"
Udah berasa ngeppoin gebetan hahahahaha. Gn. Guntur adalah gunung berapi yang berada di wilayah Garut, Jawa Barat dengan ketinggian mencapai 2.249 mdpl. Tipe gunung adalah tipe stratovolcano (berarti tipe berapi, kalo tipe kamu?? eaaa bapeerr). Gunung ini termasuk gunung berapi yang paling aktif di jawa pada dekade 1800-an. Tapi tenang gaes, itu dulu kalo sekarang aman di daki kok hehe. Meski gak terlalu tinggi tapi viewnya subhanallah (gue nyebut berulang ulang) ibarat lagu tuh kayak lagunya Andra and the Backbone "SEMPURNA", "PERFECTO",,, Mirip kayak view merbabu, sabananya itu loh bikin eneng gak tahan bang HAHAHA

gue, bang muhammad, bang rifa'i, mba een, pak budi, pak ibnu
pak agus dan bang rizal

Oke let's go to the story... gue berangkat bareng TEAM ROSELLA ADV yang udah punya basecamp di Cileunyi (pintu basecamp terbuka untuk pendaki yang mau gabung kok, katanya). Beruntung betul gue udah diajak sama Bang Muhammad (sebut saja begitu) walaupun dadakan (pas posisi masih di proyek ekye). Sekitar jam 18.00 tanggal 22 Juli 2016 gue di WA sama bang muhammad. Langsung deh gue muter otak, antara ikut sama gak ikut. Setelah menimbang, mengingat, mengetahui (berasa bikin undang - undang LoL) akhirnya gue setuju buat gabung. Gue di pesenin sama abang kece satu itu buat berangkat tanggal 23 Juli 2016 jam 06.00 / 07.00 WIB dari bekasi. Gue baru sampe kost bekasi jam 02.00 WIB (maklum cewe proyek alias kuli T_T, aku mah apa atuh cuma kuli bangunan) langsung tidur, bangun jam 04.00 WIB buat packing, mandi sholat dll. Dari kost sekitar jam 05.00 dianter abang ojek online (thankies bang ojek udah mau terima order pagi - pagi buta, love you...) ke terminal bekasi. Alhamdulillah dapet Bus PRIMAJASA AC Jurusan Garut, ongkos sampe cileunyi Rp. 45.000 / orang. Nyampe cileunyi jam 08.30 WIB, gue turun di pintu keluar tol sambil nunggu jemputan (eaaa...) mata ini mulai nyari dimanakah indomart / alfamart berada buat numpang ke WC plus beli sarapan. Pucuk dicinta ulam tiba, yang di tunggu - tunggu akhirnya datang juga bagaikan pangeran berkuda putih yang ngejemput princess (apaasiihh ini >,< hahaahaha). Sampe di basecamp gue dikenalin sama 2 pendaki lain, satu namanya bang rifa'i (asal jakarta) satunya mba een (asal cirebon). Gue langsung cuci muka, kaki, tangan dan lanjut tidur di basecamp. Jam 14.00 WIB gue bangun dan baru sadar "Lah ini kapan mau nanjak?? Emang gak kelamaan??", gue tanya nuh sama mba een ternyata kita masih nungguin pendaki lain yang mau ikutan dan belum selese kerja. Jiahhh jebakan batman, ngapa pula gue berangkat pagi - pagi buta dari bekasi hmmm -_______-

Sekitar jam 19.00 WIB semua personil lengkap dan kita prepare lagi apa apa yang bakal dibawa ke gunung, yang nggak begitu dibutuhin ditinggal termasuk kenangan bersama mantan eaaaa >.< HAHAHA. Kita berangkat dari basecamp ke pos pendakian pake AVANZA pak ibnu (thanks berat pak ibnu). Oh iya kita nanjak berdelapan gengs. Pak ibnu, pak budi, pak agus, bang muhammad, bang rizal, bang rifa'i, mba een dan gue sendiri (sepertinya gue yang paling muda disini hehehe). Sampe di pos pendakian sekitar jam 22.00 WIB, kita langsung markir mobil dan ndaftar ke pengelola buat simaksinya. Biaya simaksi kemarin delapan orang 122.500,- (buat per orangnya pecahin sendiri ya gengs). Kita cus berangkat, paling depan pak budi dan selaku sweeper bang muhammad.

Kita mulai trek sekitar pukul 23.00 WIB via curug citilis (katanya sih ada 1 jalur lagi yaitu jalur langsung memasuki savana diatas tempat penambang pasir). Jalurnya jelas dan rindang tapi... selepas jalur ini, akan berubah jadi pendakian semi scrambling karena jalur yang menanjak tajam dengan batuan besar. Kudu ekstra hati - hati ngelewatinnya (gue ngarasa sih kayak lagi ndaki tebing curugnya hahahahaha). Kita sampe POS 1 tepat jam 00.00 WIB. Setelah ngelewatin curug dan posisi di atas curug citilis kita masuk ke track yang dikelilingi padang savana (karena malem jadi gue gak ngerti pemandangannya kayak apa) dan sampe ke POS 2 atau 3 gitu batas terakhir ngecamp dan sumber mata air terakhir. Kita sampai sekitar pukul 02.00 WIB, langsung gelar tenda bikin kopi bagi yang ngopi gue sih enggak hehehe minum air putih aja (karena alasan tertentu gak boleh banyak minum yang aneh aneh, maklum PRINCESS hahaha).

Kita istirahat sebentar dan mutusin bakal ngetrack ke puncak sekitar pukul 03.00 WIB. Kita ngebawa yang perlu dibawa aja karena trek di depan itu sangat - sangat bikin frustasi (incess lelah bang hahahaha), karena jalur pendakian bakal lebih berat. Jalur yang tadinya tanah, sedikit demi sedikit berubah menjadi batu kerikil yang mudah lepas dan longsor. Setapak demi setapak jalur dilewati, tips buat nanjak jalur kayak gini cari jalur yang ada rumputnya buat ngurangi kejadian kepeleset. Pohon hijau hampir gak ada dan yang paling ngengsarain kemiringan 45 - 55 drajat sempurna, gue nebak sih hampir 70 drajat sih (incess pengen nangis rasanya T_T). Mendekati puncak 1 jalur semakin ekstrim dan terjal, ditengah jalur pendakian akan ditemui pohon pinus yang berdiri sendiri (kasian pohon pinusnya gak ada pasangannya T_T, baper again hahaha). Kita sampai di puncak 1 sekitar jam 05.30 WIB alhamdulillah bisa liat sunrise, dan masih ada signal yeyy.
Kita langsung bongkar carrier, cari nesting bikin kopi aku nyender plus bobo cantik bentar (maklum pelor >,<).




Ternyata eh ternyata puncak sebenernya masih jauh dari puncak 1 (PHP bener nih gunung T_T, pengen nangis lagi gue hahahaha). Kita lanjut ke puncak utama atau puncak 2, tracknya masih sama persis waktu mau nanjak puncak 1 yappp pasir dan krikil again. Sekitar 40 menit sampai ke puncak 2 pemandangan bebas tersaji di depan mata, kita bisa liat kawah gunung guntur, dan view gunung lainnya seperti Gunung Galunggung, Gunung Cikuray dengan gagahnya yang berbentuk segitiga sama sisi sempurna, Gunung Papandayan yang selalu berasap, dan utara ada Gunung Ciremai. Oh iya disini terdapat Tugu GPS pertanda puncak guntur yang dibuat oleh tim delegasi ITB. Kalo kita balik badan, masih ada puncak dari gunung guntur yaitu Puncak 3. Karena kabut yang turun tebel banget makanya kita mutusin tidak nanjak ke puncak 3, kita memutuskan untuk turun ke camp.

Selama perjalanan turun, kita ketemu pendaki lain dan nyempetin buat foto - foto. Oh iya untuk turun disarankan pake jalur batu ya gengs biar cepet dan mudah. Kalo mau nanjak gunung ini, disaranin pake sepatu dan jangan sampe kesel ya kalo sepatunya bakal jadi korban alias jebol hehehehehe. Kemudian jangan lupa jaga ego masing - masing, karena "Bukan Gunung yang Kita Taklukan, Melainkan Diri Sendiri".

Satu quotes yang gue suka banget :

"Mendaki gunung adalah salah satu kegiatan yang tidak mengenal lelah. Sang pendaki akan mendaki jauh dan lebih jauh lagi tapi tak akan pernah sampai tujuan. Mungkin itulah yang membuat mendaki gunung punya daya tarik tersendiri. Sang pendaki akan selalu mencari sesuatu yang tidak akan pernah dia temui"
-Hermann Buhl-

Sekian postingan kali ini, makasih sebelumnya buat teman - teman pendaki yang sudah berkenan hati untuk ngajak gue ke Gn Guntur.
-Salam Ransel-



Sepatu Tanpa Kaca
IG @widyastutimugirahayu

Selasa, 26 Juli 2016

Puncak Lawu yang Tertunda

Setelah sekian bulan gak naik naik lagi dan eyke ngerasa jenuh gegara gak ada kerjaan di kantor (berasa MAGABUT dan ngerasa mengalami kegendutan dini) hehehe gw mulai penasaran dan searching searching destinasi berikutnya. Berharap iseng - iseng berhadiah gitu sambil nyari - nyari inspirasi hahahahaha. Ternyata iseng gue ngebuahin hasil. Eng ing engggg.... hasilnya dapet temen barengan ke puncak tertinggi di jawa barat. Mana lagi kalau bukan CIREMAI eaaaaaa.... Gunung yang berada di 3 kabupaten (Majalengka, Kuningan dan Cirebon). Ketemu deh gw sama pendaki expert yang udah jam terbang tinggi, mondar mandir ke CIREMAI udah kayak keluar masuk mall (istilah doang gaes..) namanya bang Muhammad asal indramayu kerja di MM2100 dan ada satu lagi cewe namanya Desi asal tangerang, karawaci. Kita ngeplan buat nanjak lewat WA (sumpah aplikasi ini ngebantu banget, thanks buat yang udah nyiptain What's app gue acungi jempol, disaat BBM membutuhkan signal stabil hanya WA yang ngertiin gue,, eaaaa) maklum gw kuli yang kerja di tempat susah signal.. Kita ketemuan nuh sambil bukber di MOR Kranji Bekasi buat susun ITIN dan preparation pas hari sabtu (bebarengan pas gw kuliah dan lagi ngerjain CSMS Pertamina, sampe gw bawa nuh berkas - berkasnya). Maaf loh bang kalo gw gak fokus betul pas preparation. Rencana kita bakal naik via Apuy Majalengka pas H+1 (sumpah bingung betul dari kampung Purwokerto gue naik apa ke majalengka, tapi ya wes lah direncanain dulu). Technical meeting kelar, dan tinggal tunggu hari H.aja........ Deg deg ser betul mau naik ke Gn Ciremai yang terkenal angker brayyy,, secara gw takut ama yang begituan. hehehe

Malemnya hp gue bunyi "Ting Tung" beuhh perubahan rencana lagi, kita rubah jalur pendakian yang mulanya via Apuy, majalengka jadi via Palutungan, kuningan (dalam hati bersyukur banget, karena transportasinya lebih gampang) hehehehehe. Pas tanggal 1 Juli 2016, gw udah mulai libur dan gw manfaatin buat packing carrier, sleeping bag, tenda, hammock buat gw bawa ke kampung sekalian. Tanggal 2 Juli 2016, gue balik ke purwokerto tertjinta pake kereta tut..tuttt..ttutt.. gujes.. gujesss naik kereta api hahahahahha. Tanggal 6 Juli 2016 gue bilang tuh sama kakung - utti mau ke majalengka tapi ternyata kita sekeluarga pergi ke solo bray.. Dengan berat hati gw WA grup pendakian ciremai bahwa gw "MEMBATALKAN DIRI" sedih banget deh. Terlebih, gegara carrier udah kepacking dan berat - berat dibawa balik kampung eh gak jadi berasa nangis darah T_T (sorry lebay dikit).

Tepat tanggal 7 Juli 2016 kita ke solo, gw searching lagi mana tau bisa dapet backup plan. Dan ternyataaa taraaaaa.... gue diajak ke LAWU sama bang ASMI via cemoro kandang (thanks my bro, you're my hero). Cepet - cepet deh gw search transportasi ke cemoro kandang dan alhamdulillah gak begitu susah walaupun harus ganti - ganti kendaraan. Bersyukur pula gw mutusin bawa carrier ke solo (gak sia sia) hehe. Kita ngumpul di St. solojebres 09 Juli 2016 jam 01.00 WIB dan sambil nungguin carteran mobil dari bang ASMI. Setelah nunggu, akhirnya dapet mobil AVANZA buat ngangkut rombongan kita ke cemoro kandang (biaya 225.000 per mobil). Oh iya kita berangkat ber lima (3 cewe 2 cowo).

Sampe di basecamp cemoro kandang sekitar jam 04.00 WIB, kita langsung ngurus simaksi (per orang 15.000) dan mutusin tidur dulu di aula basecamp. Kita sepakat nanjak jam 06.00 WIB dari basecamp secara lumayan juga puncaknya.
Ngatur carrier, nggelar matras mbuka sleeping bag dan molor... oh iya di meskipun di bawah alias di basecamp tetep aja dinginnya minta ampun (dan ternyata suhunya 10 drajat, pantessaaannn princess udah berasa kayak putri salju HAHAHAHA). Yap lagi lagi, plan is just a plan... kita bangun jam setengah 7 hellowwwww, buru buru deh gue ngebangunin itu anak - anak. Setelah beberes, peregangan, cuci muka dan berdoa kita cuss deh nanjak. Diputusin urutan personil 1. Slamet, 2. Gue, 3. Nessa, 4. Ippeh, dan 5. Bang Asmi (as a sweeper). Kita nanjak tanpa ada muka dosa sedikitpun (hahahah), karena kali ini gue nanjak bareng 2 anak abege cewe yang lumayan rumpi beuuhhh rame betul. Ya nyanyi lah, ya ngledek lah, ya ini lah ya itulahh dan kebanyakan istirahat. Gue saranin kalo mau minta istirahat seengaknya liat tempatnya ya gaes, jangan asal minta istirahat istirahat, seenggaknya cari tempat yang datar dan bisa buat duduk.

Dari basecamp sampe POS 1 lumayan jauhh, dan herannya dari tadi kita gak ketemu pendaki lain baik yang mau nanjak maupun yang mau turu. Biasanya di POS 1 ada orang jualan, tapi berhubung ini masih nuansa lebaran ya sepi adem ayem gak ada yang jualan.

Setelah istirahat sebentar kita lanjut lagi perjalanan ke POS 2. Dalam perjalanan, leader kita bang asmi ngeliat carrier nessa agak miring - miring gitu jadinya ya dia usulin buat ngebongkar packingan dan alhasil kita berhenti semua dan sambil nunggu re-packing selesai. Sekitar jam 12.00 WIB kita baru sampe POS 2. Gue nggelar matras cari pohon dan duduk dibawah pohon sambil tiduran, sembari nunggu yang lain. Kita sholat, masak dan bercanda - bercada. Gue mending milih bobo cantik di bawah pohon. Setelah istirahat selama 30 menit, kita mutusin untuk lanjut ke POS 3. Setelah bebenah, entah kenapa gue langsung nyeletuk dan ngingetin "Gengs,, tenda udah pada aman belum?? perlengkapan lainnya gimana?"

Bagaikan tersambar petir "CETAARRRRR",, baru pada sadar 1 tenda cap 3 / 4 org ilang. Beuh langsung pada frustasi. Yang tadinya pada rame langsung diem seribu bahasa sambil saling pandang pandangan. Kita semua duduk sambil nanyain beberapa pendaki yang lewat, hari ini kita berlima ngeblank alias gak inget sama sekali itu history itu tenda kemana. Setelah 3 anak debat kusir (Gue sama Slamet mah diem aja), kita mutusin buat turun aja dari pada nantang maut di atas (nanjak tanpa tenda, ibarat keluar tanpa baju). Kurang lebih pukul 17.30 WIB kita sampe di di basecamp cemoro kandang. Bang Asmi selaku leader langsung lapor ke ranger di basecamp, kebetulan beliau kenal dengan rangernya (maklum bang Asmi anak PURPALA). Kebetulan di basecamp lagi ada camping ceria yang di adain sama KPG Solo, dan berhubung 4 orang temen nanjak kali ini juga anak - anak dari KPG Pekalongan kita di suruh ikut gabung kegiatan mereka.

Kita mutusin untuk ngecamp di basecamp cemoro kandang dengan tenda satunya lagi dan 2 anak dan joint acara KPG Solo. Besok paginya, kita bangun telat dan langsung masak sarapan pagi. Kita turun sekitar pukul 12.00 WIB pada tanggal 10 Juli 2016. Kita pake omprengan dari cemoro kandang sampe terminal tirtonadi, solo (biaya 250.000 per mobil). Gue akhirnya mutusin buat ikut ke Pekalongan dulu sebelum balik ke Jakarta. Setelah nyari - nyari bus, ternyata bus yang dari Solo ke Pekalongan gak ada jurusannya. Alhasil kita musti ke Terminal Semarang atau ikut jurusan Jakarta berhenti di pekalongan. Sekitar jam 16.00 WIB kita dapet bus jurusan Solo - Semarang (biaya 40.000 / orang, harga naik karena lebaran). Sampai di Semarang sekitar pukul 22.00 WIB karena macet. Karena kita kemaleman jurusan Semarang - Pekalongan ternyata sudah abis, so mau gak mau naik bus jurusan Jakarta tapi turun di Pekalongan. Si abang kondektor langsung nembak harga transport 70.000 / orang sampe di Pekalongan. Beuuhhhh,, mentang - mentang lebaran kali yee. Akhirnya gue tawar 30.000 / orang, tapi abangnya keukeh. Ya berhubung kita butuh buat balik ke pekalongan akhirnya sepakat 40.000 / orang. Bobo cantik deh kita di bus, Alhamdulillah.....


Oh iya, gue post poto - poto selama perjalanan ya gengs.. let's see..














Sekian untuk postingan kali ini. "Cintai Alam-mu Seperti Mencintai Diri sendiri dan Kedua Orang Tua-mu"
Salam Ransel
-Sepatu Tanpa Kaca-
IG @widyastutimugirahayu

Selasa, 10 Mei 2016

Gunung Papandayan Yang Selalu Berkabut


Setelah sekian lama vacum dari travelling gegara janji yang harus di penuhi bisa cek di IG gue @sepatutanpakaca dan akhirnya punya waktu juga. Bersyukur atas keputusan resign yang gue ambil. Akhirnya gue bisa travel lagi, alhamdulillah.

Tulisan kali ini akan ngebahas trip ke Gunung Papandayan. Yups bener banget, gunung yang terkenal landai dan cocok buat pemula. Tingginya kurang lebih 2.665 mdpl (lumayan juga kan??) dan lokasi ada di Garut, Jawa Barat. Sebetulnya tracking kali ini gak terencana bagi gue, intinya gue ikutan nimbrung ke liburan orang. Asli gak kenal sama sekali kita, sampe sampe ditanya sama temen,
Temen 1 : "Seriusan lo mau berangkat?? Gak takut Lo? Gak ada yang kenal sama sekali loh.."
Saat itu gak ada rasa aneh - aneh gimana sih, soalnya always positive thinking, so just let it flow ajah.
Kita berangkat ber delapan dan 1 orang anak umur 3 tahun.  

Lets start to the topic... JENG JENG JENG...
Kita berangkat tanggal 05 May 2016, rencana awal dari terminal bekasi jam 04.00 WIB maximal jam 05.00 WIB udah cao dari bekasi (berhubung high season jadi takut macet). Plan is just a plan, yups namanya orang indonesia ya pasti ada ada aja deh. Ibarat ekspetasi vs realita, kita baru berangkat jam 05.30 WIB. Gue sih berangkat dari metland tambun sekitar jam 03.30 WIB dianter (sama abang GOJEK, thanks berat bang udah mau nganterin eneng -____-) biar sampe diterminal jam 04.00 WIB. Yup nyata sampe jam 04.00 WIB nyampe terminal sendirian kayak orang ilang nunggu di mushola (lumayan bete sih, bayangin aja hampir 1,5 jam berlalu..) udah mirip orang kurang sajen. Secara malemnya gue balik dari proyek dan nyampe metland tambun sekitar jam 00.00 WIB dan kudu bangun jam 03.00 WIB. Setelah nunggu nunggu dan nunggu alhamdulillah yang ditunggu dateng, jam 05.30 WIB rombongan dateng bawa perlengkapan camping (makasih loh pak Albar udah nyiapin buat aku juga HEHEHEHE), kita kenalan deh semua. Fix kita berangkat pake PRIMAJASA non AC, cuma ngrogoh kocek Rp. 40.000 (dari bekasi ke garut gak ada yang AC ya gaes :D). Lama waktu tempuh kurang lebih 12 jam (udah kayak balik ke jawa aja) jadi ngerasain sauna gratis, puasa dan pucet semua deh ah hahahha.

Sampe di terminal garut sekitar jam 16.00 WIB, sempet ditanya pak albar "gak papa kan kalo naiknya malem?". Gue sih oke oke aja, mau malem kek siang kek pagi kek yang penting seneng. Nyampe di terminal kita langsung bersih - bersih di toilet terminal (airnya dingin euy) dan makan siang yang tertunda. Oh iya kalo mau beli makan di terminal Garut cari yang dibelakang aja ya guys, kalo di depan lumayan ibuk - ibuknya suka nembak harga jadi lebih tinggi. Terus kita cari angkot buat ngebawa kita ke atas guys, negonya per orang Rp. 20.000 (itu belum sampe diatas ya..), lanjut lagi naik pick up Rp. 20.000 / orang. Selain pake pickup bisa naik ojek (tapi bukan ojek aplikasi ya, soalnya belum ada dan pastinya harganya bakal ngempesin kantong xixixixiixi). Di atas pickup mulai deh gue akrab-akrabin diri sama temen - temen rombongan. Maklum tipe susah inget nama soalnya. Pernah salah kira salah satu dari kelompok yang gue kira abang - abang calo mobil pickup ternyata temen nanjak bareng huahahahahah mungkin saia lelah (maaf ya mas radian, gak ada maksud sungguh gak inget). Aku mah apa atuh daya ingat cuma 1%. Ternyata kita semua satu profesi guys dan mereka orang PROYEK atau kontraktor. Alhamdulillah ketemu sama orang yang bisa sharing. Apalagi mereka expert di bidangnya masing masing.
Oke lanjut.....

Sampe di gerbang pendakian sekitar jam 19.30 WIB, oh iya biaya masuk kemaren Rp. 10.000 / orang, katanya sih Rp. 15.000 / orang. Tapi kemaren gegara nego si mas Agung jadi dapet discount Rp. 5000, lumayan bisa beli baso ikan hehehe. Berhubung udah malem dan liat kondisi fisik KEIKO (anaknya pak albar), so kita mutusin gelar tenda di POS 1 pendakian dan mutusin buat lanjut nanjak besok pagi jam 06.00 WIB (planning aja). Kenyataan kita nanjak jam 07.30 WIB hahaha gegara aku kelamaan di toilet. Oh iya untuk fasilitas di Gunung Papandayan lumayan lengkap ada toilet, air bersih dan orang jualan kok. Nih gue attached gambar - gambar kemaren. Persiapan kita sebelum nanjak ke POS 2 atau pondok saladah. Yup gue yang jilbab merah yak (narsis dikit) hehehehe. Oh iya lebih baik pake sepatu gunung atau sandal gunung buat nanjak, jangan pake slip on, atau kets yang licin. Tracknya lumayan terjal buat gunung tipe landai soalnya.


Oh iya temen nanjak kali ini ada mba sofi (hem kotak - kotak), mas sandri, mas agus, mas agung, pak albar (pake baju doraemon), bu mita (baju kuning), keiko (anak 3 tahun), mas radian (baju tosca) dan gue sendiri. Kita sampai pos 2 kurang lebih makan waktu 2 - 3 jam (maklum kebanyakan berhenti istirahat dan narsis tapi bukan alay ya). Lanjut sampe di POS 2 kita cari - cari area buat gelar tenda, dan karena buanyak buanget pendaki yang dateng (biasa high season) kita nggelar tenda di area yang lumayan agak jauh dari POS 2. Kita langsung masang tenda dan masak - masak buat makan siang. Yeaaayyy lunch time.

Makasih loh bapak - bapak rela masak masakin kita - kita, sampe nungging - nungging gitu masaknya (sorry mas radian). Tenang kok sampah kita beresin lagi secara kita naik gunung bukan jadi alay tapi passion kita dan kita anak lingkungan hehehehe (agak lebay dikit). Di POS 2 ada kamar mandi dan WC juga kok, mau beli baso ikan juga ada. Sekitar pukul 15.00 WIB hujan deres, ya udah kita lanjut bobo bobo cantik di dalem tenda. Alhamdulillah tempat yang kita pilih buat camp gak kena banjir, turut prihatin buat rekan pendaki yang ngecamp di POS 2 yang kena banjir yak T_T ikut syedih ogut. Lanjut bakar - bakar kayu bakar buat ngangetin badan sembari masak buat makan siang. Oh iya di Papandayan masih banyak binatang liar terutama Babi Hutan tau yang sering disebut EMEN (orang - orang ngomongnya gitu sih). Kemaren sempet dibelakang tenda tetangga ada si EMEN tapi EMENnya pergi kok. Salah satu cara biar babi hutan gak ndeketin tenda kita bisa buat api unggun ya guys dan semua makanan jangan di sisain (maksudnya makanan mateng, kalo liat babi hutan jangan ngaggetin si babi. Takutnya si Babi nyerang kita guys. Semalem itu gue bareng mas radian, mas agung sama mas sandri kumpul - kumpul di deket api unggun sambil sharing - sharing dan janjian naik ke puncak besok pagi jam 05.00 WIB.

Pas jam 05.00 WIB kita jalan nyusurin gunung buat nanjak. Nyiapin bekel yang mau dibawa (yang bawa satu orang doang, makasih loh mas agung hehehehe). Yang lain masih tidur kita udah jalan hehehe. Jangan lupa bawa senter ya guys, penting banget itu soalnya. Satu - satunya penerangan yang bisa ngebantu kita di gunung. Jalur tracking ke puncak lumayan terjal dan tinggi guys, tapi gak bakalan nyesel deh. 

Ibarat kata :
"semua yang susah dan terjal keliatannya pasti menyimpan sesuatu yang indah dibaliknya"
 
Dan bener banget gak ada penyesalan sedikitpun naik ke puncak Papandayan. Alhamdulillah masih dikasih kesempatan buat ngelihat kebesaran ciptaan-NYA. Seperti yang tertulis di surah Ar-Rahman :
(Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?)
Gue post beberapa foto - foto kita pas di puncak ya guys. Adanya foto ini maklum masih belum di email sama temen - temen hehehehehe.

Satu saran gue buat kalian ya guys : Jangan pernah menyia - nyiakan nafas yang telah di berikan oleh Allah SWT untuk hal - hal yang tidak berguna dan manfaatkanlah kesempatan untuk hal berguna sebelum titipan nafas itu diambil oleh-NYA

Di puncak ada danau dan bunga abadi yang cuantik buanget guys (pasti pada tau bunganya namannya apa dong), disini ada yang ngecamp juga kok. Gak kebayang dinginnya kayak apa hehehhehe. Lanjut dari puncak tegal alun, kita ber-6 turun dan mampir ke Hutan Mati Papandayan. Wajib dateng kesini loh, walau namanya agak ngeri ada kata - kata MATI, tapi bagus banget kok. Nih gue post foto - fotonya.



Sorry penulis agak narsis dikit, nyelipin fotonya hahahhahaha. Habis itu kita turun ke camp buat beberes dan lanjut turun gunung. Hmm lumayan juga dapet 3 hari 2 malem digunung guys. Oh iya buat angkutan yang kita pakai angkutan pribadi gitu sih. Mobil xenia punya lokal, per kepala bayar Rp. 50.000 ini sampai terminal loh ya. hehehehe. Kalau bisa jam 15.00 WIB udah harus sampai di terminal ya, denger - denger bus terakhir jam segitu sih. Oke sekian dulu tulisan gue, makasih udah rela, mau dan nyempetin waktu buat baca - baca. Satu hal lagi gunung bukan tempat sampah masal, so bawa balik sampah kalian ya kalo naik gunung.




Salam Ransel dan Lingkungan
@sepatutanpakaca @widyastutimugirahayu

Jumat, 09 November 2012

LAPORAN PRAKTIKUM KUNJUNGAN LAPANGAN INDUSTRI ROTI BERLIAN


LAPORAN PRAKTIKUM KUNJUNGAN LAPANGAN
INDUSTRI ROTI BERLIAN


Disusun Oleh :
1.             Andrian Ahmad Hidayat                P17433110054
2.             Farida Larasati                                P17433110074
3.             Maulana Badawi                             P17433110080
4.             Prastiwi Fajar Isnaeni                     P17433110083
5.             Widyastuti Mugi Rahayu               P17433110098




POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTRIAN KESEHATAN SEMARANG
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
PROGRAM STUDI DIPLOMA III KESEHATAN LINGKUNGAN PURWOKERTO
TAHUN 2011/2012

DAFTAR ISI

Halaman Judul
Kata Pengantar ……………………………………………………………......      i          
Daftar Isi ………………………………………………………………………     ii
BAB I. PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang ………………………………………………………..... 1
B.       Tujuan Kegiatan ……………………………………………………....... 2         
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
A.      Gambaran Umum Industri Roti Berlian ………………………..............  3
B.       Teori 6 Prinsip HSMM ............................................................................. 3
BAB III. HASIL KUNJUNGAN
A.      Data Umum .........................…………………………………………..... 13
B.       Data Khusus ( Pengolahan Roti Berlian ) ...............................................  13
BAB IV. PERMASALAHAN & PEMBAHASAN
A.      Permasalahan Yang Ditemukan ……………………………………....    18
B.       Alternatif Penyelesaian Masalah ............................................................   19
BAB V. PENUTUP
A.      Kesimpulan ............................................................................................... 20
B.       Saran ……………………………………………………………………  20
C.       Lampiran 
1.    Foto – foto ........................................................................................... 21
2.    Quisioner dan Cek List .......................................................................  2
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN

A.       Latar Belakang
Makanan merupakan hal yang penting didalam kehidupan manusia sebab dari makanan manusia mempeoleh energi untuk kelangsungan hidupnya, disamping itu dengan makanan manusia akan terpelihara kesehatannya. Namun perlu diingat bahwa makanan yang dibutuhkan tidak hanya cukup gizi akan tetapi harus memenuhi persyaratan hygiene sanitasi sehingga aman dikonsumsi bagi masyarakat, sebab makanan yang penanganannya tidak memenuhi hygiene sanitasi akan menjadi media pertumbuhan mikroorganisme penyebab penyakit. Agar makanan yang kita makan tidak terkontaminasi, maka perlu diterapkannya hygiene sanitasi makanan yang meliputi enam prinsip yaitu: 1)Pemilihan bahan makanan 2)Penyimpanan bahan makanan 3)Pengolahan bahan makanan 4)Pengangkutan makanan 5)Penyimpanan makanan 6)Penyajian makanan.
Tempat penyelenggaraan/pengelolaan makanan adalah tempat – tempat pengusaha dimana makanan dan minuman tersebut diproduksi, diolah, disimpan, diangkut, dijual atau disajikan kepada umum. Dan usaha pengawasan Hygiene dan Sanitasi Tempat Pengolahan Makanan ( TPM ) dimana sebaguan besar berada didaerah perkotaan adalah merupakan masalah yang perlu mendapatkan perhatian dan dilaksanakan dengan sistem yang tepat/berdaya guna dan berhasil guna. Pelaksanaan pengawasan dan pemeriksaan ( TPM ) dengan sistem yang tepat tergantung dari beberapa faktor, antara lain : Perundang – undangan Daerah sebagai landasan kegiatan tindakan, adanya tenaga dan jumlah yang cukup bermutu, ada peralatan dan biaya yang cukup, terdapatnya pengertian dan partisipasi dari instansi – instansi lain, masyrakat dan perorangan serta adanya cara pengawasan dan pemeriksaan terhadap TPM yang dilandasi dengan prinsip teknologi.



Penyelenggaraan pengelolaan makanan digolongkan dalam lima kategori yaitu :
1.        Pabrik makanan dan minuman sekala besar maupun sekala kecil ( food manufacturing/ home industry )
2.        Public eating and drinking place ( restoran, rumah makan, kantin, snack bar, warung kopi, catering, pedagang kaki lima )
3.        Toko penjualan makanan dan minuman ( food shop )
4.        Pedagang keliling ( food ambulans/food vendors )
5.        Tempat pembuatan dan penyajian makanan dan minuman untuk masyarakat khusus ( asrama,panti asuhan dll )
Industri Roti Berlian merupakan salah satu pabrik makanan dan minuman atau food manufacturing yang termasuk dalam kategori penyelenggaraan pengelolaan makanan. Maka Industri Roti Berlian tersebut perlu dilakukan upaya pengawasan hygiene sanitasi tempat pengelolaan makanan dengan penerapan enam prinsip hygiene sanitasi makanan dan minuman.
B.       Tujuan
a.    Untuk engetahui pengelolaan makanan dan minuman (6 Prinsip HSMM) pada Industri Roti Berlian.
b.    Untuk mengetahui permasalahan yang ada dalam  proses pengelolaan makanan dan minuman di setiap 6 tahap/prinsip hygiene pengelolaan makanan dan minuman pada Industri Roti Berlian.
c.    Dapat memberikan solusi atau alternatif pemecahan masalah dalam pengelolaan dan pengolahan makanan dan minuman di industri Roti Berlian.









BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A.       Gambaran Umum Industri Roti Berlian
Industri Roti Berlian yang berlokasi di Jl. Gerilya Perum Griya Indah Purwokerto, berdiri sejak tahun 2005 dan Bapak Agus sebagai pemilik. Saat ini industri tersebut dikelola oleh 5  orang karyawan atau penjamah, 3 orang di bagian produksi dan 2 orang di bagian teknisi. Pemasaran hasil produksi dari Roti Berlian meliputi swalayan dan toko –toko di daerah Purwokerto, Purbalingga dan Bumiayu.  
B.       Teori 6 Prinsip HSMM yang Disesuaikan dengan Industri Roti Berlian
Sasaran tempat pengolahan makanan ( TPM ) adalah food manufacturing / home industry Roti Berlian.
1.        Persiapan pengolahan makanan
Sebelum penyelenggaraan pengolahan makanan perlu mempersiapkan segala sesuatu dengan baik dan harus memenuhi syarat seperti :
a.        Tempat pengolahan (dapur )
Untuk tempat pengolahan harus menggunakan tempat yang bersih dan terjamin kebersihannya. Dalam hal ini ada beberapa hal yang harus di perhatikan, meliputi :
·         Lantai
·         Dinding
·         Langit – langit
·         Meja
mengusahakan lantai tempat pengolahan sudah di plester/ di kramik, sehingga tidak terdapat debu yang beterbangan atau lantai lembab. Bila tempat pengolahan makanan tidak rapih dan sampah berserakan sebaiknya sebelum digunakan dirapihkan lebih dahulu. Agar suasana menjadi nyaman, rapih dan sedap dipandang.

b.        Peralatan
Peralatan yang disarankan adalah alat yang terbuat dari besi putih, baja, email, kaca, plastik, ebonit  atau melamin. Peralatan sangat penting untuk dijaga kebersihannya dan harus sangat diperhatikan, karena alat – alat tersebut langsung berhubungan dengan konsumen.
Hal – hal yang harus diperhatikan dalam peralatan yang digunakan dalam proses pengelolaan makanan :
·           Peralatan yang digunakan sebaiknya mudah dibersihkan, kedap air, dan permukaannya halus.
·           Peralatan yang digunakan harus bersih dan hygienis , tidak ada noda kotor diperalatan, tidak berbau amis, dan dalam keadaan kering.
·            Bahan penyusunnya harus kuat tapi tidak terbuat dari logam yang mudah larut saat digunakan untuk proses produksi sehingga hasil produksi tidak terkontaminasi logam. Sebaiknya menggunakan yang berdasar keramik, glass ( kaca ) dan stanless steel.
·           Tidak boleh cacat, gompal atau pecah.
·           Harus aman bila digunakan tidak membahayakan pengguna.
Ø  Membersihkan peralatan
Pencucian peralatan harus dilakukan dengan benar sehingga menghasilkan hasil yang aman dan sehat serta higienis. Sebelum melakukan pencucian sebaiknya melakukan pembersihan kasar terlebih dahulu.
Sebaiknya jika mencuci atau membersihkan peralatan dengan menggunakan air yang mengalir agar kotoran yang ada dalam peralatan tidak mengendap. Perlengkapan yang telah dibilans harus langsung di keringkan bisa menggunakan mesin pengering ataupun kain lap bersih untuk mengeringkan.


Ø  Penyimpanan peralatan
Penyimpanan peralatan sangat dibutuhkan untuk menjaga keadaan peralatan dalam kondisi baik dan aman.
Penyimpanan peralatan dapat dilakukan dengan ketentuan :
1.         Semua peralatan harus disimpan dalam keadaan yang kering dan bersih untuk mencegah timbulnya mikroba di peralatan itu.
2.         Peralatan yang berbentuk cekung harus di simpan dalam keadaan terbalik
3.         Tempat penyimpanan peralatan harus di tempat yang mendapat cahaya matahari yang cukup. Jangan di tempat yang lembab. Serta aman dari gangguan bianatang dan serangga
4.         Tempat penyimpanan harus terjaga kebersihannya.
c.         Penjamah makanan
Yang termasuk dalam penjamah makanan adalah semua orang atau pihak yang terlibat dalam pengolahan makanan mulai dari mempersiapkan hingga menyajikan makanan.
Antara lain :
Ø  Orang yang berbelanja atau mengumpulkan bahan makanan
Ø  Orang yang memilih – milih bahan yang akan diolah
Ø  Orang yang mencuci bahan makanan
Ø  Orang yang mengolah makanan
Ø  Orang yang menata makanan yang telah masak
Ø  Orang yang mendistribusikan makanan
Ø  Orang yang menguji atau mencicipi makanan
Ø  Orang yang meghidangkan makanan.

Penjamah makanan memiliki ketentuan sebagai berikut :
§   Dalam keadaan sehat dengan mempunyai surat keterangan kesehatan ( bebas dari penyakit )
§   Harus memiliki tempramen atau sikap yang baik
§   Harus mengetahui hygiene individu dan menerapkannya
§   Memiliki pengetahuan tentang hygiene perorangan dan sanitasi makanan
2.        Prinsip upaya hygiene sanitasi makanan dan minuman

a.        Pengamanan bahan baku
Dalam hal ini bahan baku yang dimaksud adalah bahan – bahan yang  harus ada dan digunakan dalam proses produksi. Keadaan bahan baku juga merupakan awal dari proses mendapatkan makanan jadi.
Semua jenis bahan baku perlu mendapat perhatian secara fisik, terutama bahan-bahan yang mudah rusak dan bahan yang sangat sulit untuk didapatkan karena jaringan perjalanan makanan yang begitu panjang dan melalui jaringan perdagangan yang begitu luas. Salah satu upaya mendapatkan bahan makanan yang baik adalah menghindari penggunaan bahan – bahan yang berasal dari sumber tidak jelas (liar) karena kurang dapat dipertanggung jawabkan secara kualitasnya. Oleh karena itu sangat diperlukan pengamanan terhadap bahan baku. Mengamankan bahan baku memiliki tujuan untuk menjaga adanya kerusakan, agar terhindar dari adanya pencemaran baik yang terbawa ataupun faktor lingkungan yang akan masuk ke bahan tersebut.
b.        Penyimpanan bahan baku
Penyimpanan bahan baku sangat penting, terutama untuk bahan baku yang mudah rusak dan membusuk. Penyimpanan bahan baku dilakukan ketika bahan baku yang telah dipilih atau dibeli belum langsung diolah. Faktor yang sangat berpengaruh dalam proses penyimpanan bahan baku yaitu suhu dan kelembaban.



Menurut Permenkes No 712/ Menkes/ PER/ 10/ 1986, penyimpanan bahan pangan menurut factor – factor tersebut, antara lain :
1.         Penyimpanan bahan mentah dilakukan dalam suhu ;

No

Jenis Bahan Makanan
Digunakan Untuk
3 hari/ kurang
1 minggu/ kurang
1 minggu
1
Daging, ikan, udang, dan olahannya
5o sampai 00C
-10oC sampai -5oC
-10oC
2
Telur, susu, dan olahannya
50 sampai 70C
-5o sampai 0oC
-5o
3
Sayur, buah, dan minuman
10oC
10oC
10oC
4
Tepung dan biji
25oC
25oC
25oC

2.        Kelembaban penyimpanan dalam ruangan 80 – 90 %
3.        Ketebalan bahan padat tidak lebih dari 10 cm
Selain itu sanitasi gudang juga harus diperhatikan. Ada 2 hal pokok yang harus diperhatikan dalm sanitasi gudang yaitu ;
·           Segi pengaturan, yaitu dengan memperhatikan hal – hal penyimanan barang – barang dengan kerapihan dan kmudahan untuk mengambil atau menyimpan barang
·           Segi kesehatan, yaitu dengan memperhatikan factor kesehatan misalnya supaya tempat tersebut tidak menjadi sarang vector penyakit dan bahan pangan atau barang – barang yang disimpan tidak mengalami kerusakan.





c.         Pengolahan bahan baku
Pengolahan adalah mengubah bentuk bahan makanan menjadi makanan yang siap santap. Ada beberapa prinsip dalam pengolahan makanan, yaitu :
1.        Semua bagian makanan mendapatkan tingkat pemanasan atau pendinginan yang sama
2.        Semua bagian makanan mendapatkan tingkat pencucian dan kebersihan yang sama.
3.        Semua bagian makanan mendapatkan tingkat kematangan yang sama
4.        Semua bagian makanan mendapatkantingkat kelezatan yang sama.
5.        Semua bagian makanan mendapatkan tingkat keutuhan gizi yang sama
6.        Semua bagian makanan mendapatkan tingkat keamanan yang sama
Dalam pengolahan makanan terdapat beberapa aspek yang sangat penting dalam kegiatan pengolahan makanan, diantaranya ;
·           Penjamah
Penjamah makanan adalah seorang tenaga yang menjamah makanan yang berperan dalam proses pengolahan makanan mulai dari mempersiapkan hingga menghidangkan makanan pada konsumen. Penjamah memiliki peran yang besar dalam menyebarkan penyakit kepada konsumen. Maka dari itu seorang penjamah harus memenuhi syarat – syarat sebagai penjamah yang saniter, tampil dan sehat. Karena kualitas makanan dipengaruhi oleh prilaku penjamah makanan. Apabila penjamah bersikap atau berprilaku kurang baik, penyakit dapat menyebar ke konsumen.





·           Cara pengolahan
Cara pengolahan yang baik adalah tidak terjadinya kerusakan-kerusakan makanan sebagai akibat cara pengolahan yang salah dan mengikui kaidah atau prinsip-prinsip higiene dan sanitasi yang baik atau disebut GMP (good manufacturing practice). Cara pengolahan makanan yang baik menitik beratkan kepada cara – cara penjamah makanan yang baik, gizi yang memenuhi syarat, teknik mengolah yang menarik dan enak, cara pengolahan yang serba bersih, menerapkan dasar- dasar hygiene sanitasi makanan, menerapkan hygiene individu bagi pejamah makanan, serta pengolahan dilakukan oleh pejamah yang sehat.
Dalam pengolahan makanan hal utama yang harus dihindari yaitu kontaminasi terhadap makanan, yang mungkin terjadi karena peralatan, pejamah makanan, proses penanganannya serta air yang digunakan pada saat mencuci, meracik maupun memasak bahan makanan tersebut.
·           Tempat pengolahan
Tempat yang digunakan untuk mengolah makanan biasanya disebut dapur. Dapur mempunyai peranan yang penting dalam proses pengolahan makanan, karena itu kebersihan dapur dan lingkungan sekitarnya harus selalu terjaga dan diperhatikan. Dapur yang baik harus memenuhi persyaratan sanitasi baik itu dari segi konstruksinya, perlengkapan yang ada maupun tata letak perlengkapan yang lazim ada.
Hal – hal yang harus di perhatikan dalam dapur, meliputi :
Ø  Lantai
v  Harus terbuat dari lantai yang kedap air, diplester atau dikeramik. Mudah di bersihkan
v  Luas lantai 35% - 40% dari luas bangunan. Tidak boleh kurang dari 15 m2 (5x3 m) – 25 m2, Lantai harus dalam keadaan bersih terpelihara sebelum dan sesudah digunakan.
Ø  Dinding
Permukaan dinding harus rata, halus dan mudah dibersihkan

Ø  Atap dan langit – langit
v  Atap tidak boleh bocor
v  Atap mudah dibersihkan
Ø  Pencahayaaan
Tempat pengolahan tidak boleh terlalu gelap atau remang – remang ( tdk menimbulkan bayangan ) serta tidak boleh terlalu silau.
Ø  Ventilasi
v  Ventilasi tidak boleh terlalu kecil dan harus memenuhi syarat akan efektif dan cocok untuk memelihara kenyamanan.
v  Bila ventilasi alam tidak efektif sebaiknya dibantu ventilasi buatan dengan cara mengalirkan udara bersih dan mengeluarkan udara kotor.
v  Pertukaran udara bersih dan segar untuk menjamin kenyamanan kerja di dapur, menghilangkan asap dan bau yang tidak enak sekurang-kurangnya 15x per jam.
Ø  Pembuangan asap
v  Dapur harus dilengkapi dengan hood ( pengumpul asap ) dan cerobongnya.
v  Hood dilengkapi dengan grease filter ( saringan lemak atau minyak ) dan exstrctor fan ( penyedot asap ) untuk mengeluarkan asap melalui cerobong.
v  Pengeluaran asap melalui cerobong harus lancar dan tidak mengganggu masyarakat sekitar.
Ø  Persediaan air
Ø  Tempat sampah
Ø  Tempat atau bak pencuci tangan dan alat-alat dapur.
Ø  Perlindungan dari serangga dan tikus.
Ø  Ada alat pemadam kebakaran.








·           Perlengkapan atau peralatan dalam proses pengolahan
Perlengkapan dapur yang memenuhi syarat adalah aman bila digunakan sebagai alat atau perlengkapan dalam memproses makanan.
Perlengkapan atau peralatan dalam proses pengolahan makanan dikatakan aman ditinjau dari dua aspek, yaitu
v  Bahan dasar yang digunakan oleh peralatan itu
v  Desain peralatan
·           Pemeliharaan peralatan
Pencucian alat-alat makan sangat penting untuk mencegah timbulnya serta menularnya penyakit.
d.        Pengangkutan hasil produksi
Pengangkutan hasil produksi dari tempat pengolahan ke tempat penyajian atau penyimpanan perlu mendapat perhatian agar tidak terjadi kontaminasi baik dari serangga, debu maupun bakteri. Wadah yang dipergunakan harus utuh, kuat dan tidak berkarat serta tertutup.
Kontaminasi terhadap makanan kemungkinan bisa terjadi bila cara pengangkutan dan alat angkutnya kurang tepat dan baik dari segi kualitasnya.
Faktor yang mempengaruhi kualitas pengangkutan ;
a.         Alat pengangkut                 c.   Tenaga pengangkut
b.        Teknik pengangkutan
Pengangkutan hasil produksi secara sederhana dan aman bisa dilakukan dengan :
-            Menutup tempat pengangkut dan harus bersih
-            Setiap jenis makanan memiliki tempat sendiri – sendiri
-            Waktu pengangkutan harus segera, paling lama 1 jam perjalanan
-            Peralatan pengangkutan makanan seperti kendaraan atau gerobak tidak digunakan untuk mengangkut bahan beracun atau berbahaya lainnya
e.         Penyimpanan hasil produksi
Hasil produksi atau makanan yang sudah jadi merupakan factor yang paling kritis dari seluruh rangkaian pengolahan makanan. Oleh karena itu penanganan pada tahap penyimpanan harus sangat diperhatikan oleh semua pihak. Apalagi kualitas makanan yang telah diolah sangat dipengaruhi oleh suhu, dimana terdapat titik – titik rawan perkembangan bakteri pathogen pada suhu yang sesuai dengan kondisinya.
Oleh karena itu harus dilakukan penyimpanan makanan dengan mempertimbangkan kesesuaian antara suhu penyimpanan dengan jenis makanan yang akan disimpan.
·           Fungsi penyimpanan makana jadi :
a.         Mencegah pertumbuhan bakteri dan perkembang biakan bakteri latent
b.         Mengawetkan makanan dan mengurangi pembusukan.
f.         Penyajian hasil produksi
Saat penyajian yang perlu diperhatikan adalah agar makanan tersebut terhindar dari pencemaran, peralatan yang digunakan dalam kondisi baik dan bersih serta higienis, petugas yang menyajikan harus sopan serta senantiasa menjaga kesehatan dan kebersihan pakaiannya
Selain itu, kebersihan makanan tersebut harus diperiksa terlebih dahulu sebelum makanan itu disajikan. Ruang lingkup penyajian makanan meliputi ; tempat penyajian, alat – alat penyajian, dan tenaga penyaji.











BAB III
HASIL KUNJUNGAN

A.       Data Umum
1.    Nama industri                  : Industri Roti Berlian
2.        Alamat industri               : Jl. Gerilya Perum Griya Indah Purwokerto
3.        Nama pemilik                  : Bp. Agus
4.        Jumlah karyawan             : 5 orang
a.         Bagian produksi    : 3 orang
b.         Bagian teknisi       : 2 orang
5.        Kegiatan usaha                : Industri Roti
6.        Nomor izin Usaha           : -

B.       Data Khusus ( Pengelolaan Roti Berlian )
Keadaan sanitasi lingkungan menggambarkan keadaan suatu industri agar dapat dikategorikan sudah memenuhi persyaratan kesehatan atau belum memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.
1.        Tempat pengolahan ( tempat produksi )
a.         Lokasi
Tempat produksi terletak di ujung belakang tempat tinggal pemilik. Di dalam tempat produksi terdapat alat – alat produksi seperti, mixer, timbangan, dua buah oven listrik , oven pengembang, tempat penyimpanan bahan – bahan produksi, lemari es, washtafle, alat pengemas, tempat sampah, alat pembagi adonan, dll.
b.        Bangunan dan Fasilitas
Ø  Konstruksi Bangunan
Industri Roti Berlian menggunakan konstruksi bangunan tunggal. Jarak langit – langit dengan lantai tempat produksi lebih dari 3 meter.

Ø  Lantai
Lantai ruang produksi sudah dikeramik semuanya. Kedap air, mudah dibersihkan , konus, dan tidak licin.
Ø  Dinding
Permukaan dinding tempat produksi sudah diplester tapi belum di cat dan diporslen 2 meter dari permukaan lantai.
Ø  Langit – langit
Atap menggunakan genteng. Langit – langit tempat produksi menggunakan corcoran semen.
Ø  Pintu dan Jendela
Pintu masuk ruang produksi hanya satu yang digunakan untuk pintu garasi. Jendela tidak ada.
Ø  Pencahayaan
Pencahayaan di siang hari menggunakan cahaya matahari dan lampu.
Ø  Ventilasi
Di tempat produksi terdapat 2 ventilasi dengan ukuran sedang.
Ø  Tempat sampah
Tersedia dua buah tempat sampah di sudut ruangan.






2.        Pengolahan Makanan dan Minuman
a.         Peralatan pengolahan makanan dan minuman
Peralatan makanan dan minuman yang digunakan di industri roti berlian, antara lain :
·           Oven pengembang
·           Oven
·           Mixer
·           Mesin pembagi adonan
·           Loyang
·           Rak penirisan
·           Alat pengemas
·           dll
b.        Pencucian peralatan
Pencucian peralatan di washtafle dengan menggunakan air yang mengalir dan sabun cuci piring.
c.         Penjamah makanan
Terdapat 5 orang penjamah, 2 orang sebagai teknisi dan 3 oarang sebagai produksi. Pastry chef menggunakan kappron ( celemek ) dan baju kerja tetapi tidak menggunakan penutup kepala, sedangkan  panjamah yang lain tidak menggunakan APD ( celemek, penutup kepala, baju kerja ) yang sesuai. Penjamah selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah produksi. Penjamah tidak memiliki sertifikat HSMM dan tidak ada general check up 6 bulan sekali.




d.        Metode pengolahan
D1 Pemilihan Bahan Baku
Bahan baku diperoleh dari pasar dan ada pula yang dari pemasok. Bahan baku yang dibeli diperiksa secara fisik terlebih dahulu, selain itu kondisinya pun masih segar. Bahan makanan kemasan terdaftar pada Depkes R.I dan tidak rusak.
D2 Penyimpanan Bahan Baku
Penyimpanan dilakukan untuk menjaga keadaan bahan baku dengan baik, dilakukan apabila bahan yang baru di beli belum langsung diolah. Penyimpanan bahan baku di industri roti berlian di bagi atas beberapa macam :
a.         Bahan – bahan kering yang belum di bukak seperti persediaan tepung di simpan di gudang.
b.         Bahan – bahan yang akan dimasak pada hari itu diletakan di rak susun.
c.         Bahan – bahan makanan yang tidak akan diolah langsung dan sifatnya mudah membusuk seperti telur, di letakan di lemari es.
D3 Proses Pengolahan
menyiapkan bahan – bahan yang digunakan seperti tepung, vanilli, butter, BTM, telur,pengembang, susu, dan bahan isi
mix semua bahan secara berurutan kecuali bahan untuk isi
adonan dimasukkan ke mesin pembagi
adonan dibentuk, disusun di loyang
di oven pengembang ±5 menit
di oven dengan suhu 300C selama ±10 menit
di ambil dan diletakkan ke rak penirisan
di kemas secara manual

D4 Penyimpanan Hasil Produksi
Roti yang telah dikemas di packing sesuai dengan jenis dan bentuknya ke dalam gardus dan disimpan sementara di gudang penyimpanan sebelum di distribusikan.
D5 Pengangkutan Hasil Produksi
Pengangkutan hasil produksi yang telah di packing ke konsumen dengan menggunakan kendaraan pribadi dalam keadaan tertutup.
D6 Penyajian Hasil Produksi
Penyajian hasil produksi industri roti berlian dalam bentuk kemasan yang berlabel dan terdaftar dalam Badan POM.















BAB IV
PERMASALAHAN & PEMBAHASAN

A.       Permasalah Yang Ditemukan
Setelah kelompok kami melakukan kunjungan lapangan ke Industri Roti Berlian didapatkan beberapa masalah yang ada. Antara lain :
Ø  Tempat yang digunakan untuk produksi roti adalah bagian dari tempat tinggal pemilik
Ø  Permukaan dinding tempat produksi belum di cat dan diporslen 2 meter dari permukaan lantai.
Ø  Langit – langit tempat produksi menggunakan corcoran semen sehingga terasa panas dan terlihat kotor dan memungkinkan adanya kontaminasi debu ke adonan.
Ø  Pintu masuk ruang produksi yang digunakan hanya satu sehingga kurang baik untuk keselamatan kerja bila suatu saat terjadi keadaan darurat.
Ø  Tidak ada jendela
Ø  Pencahayaan di tempat produksi kurang, menimbulkan bayangan dan agak remang.
Ø  Tempat produksi terasa panas karena kurangnya ventilasi.
Ø  Penjamah tidak memiliki sertifikat HSMM dan tidak ada general check up 6 bulan sekali.
Ø  Tidak semua penjamah menggunakan APD ( celemek, penutup kepala, sarung tangan dan baju kerja )
Ø  Tidak ada tabung dan peralatan pemadam kebakaran.



B.       Alternatif Pemecahan Masalah

Ø  Seharusnya tempat produksi terpisah dengan tempat tinggal untuk mengurangi dampak resiko bila terjadi kecelakaan kerja.
Ø  Seharusnya dinding di cat dan diporslen 2 meter dari permukaan lantai agar mudah dibersihkan.
Ø  Langit – langit tempat produksi harus diganti dengan ternit untuk mengurangi resiko adanya kontaminasi debu terhadap adonan.
Ø  Pintu masuk ke tempat produksi harus ditambah untuk mengurangi dampak resiko bila terjadi kecelakaan kerja.
Ø  Ditambah jendela untuk penerangan dan ventilasi.
Ø  Seharusnya ditambahkan jumlah lampu untuk membantu penerangan pada tempat produksi.
Ø  Untuk mengurangi panas dan pengap bisa dilakukan penambahan ventilasi dan kipas angin atau memasang exhouster agar pergantian aliran udara menjadi lebih baik. Luas ventilasi 10 % dari luas ruangan.
Ø  Sebaiknya pihak pengelola bekerja sama dengan dinas kesehatan untuk mengadakan kursus HSMM bagi penjamah dan memberlakukan program kesehatan seperti general check up 6 bulan sekali bagi karyawannya.
Ø  Sebaiknya semua penjamah menggunakan APD yang sesuai seperti celemek, penutup kepala, sarung tangan dan baju kerja.
Ø  Harus wajib ada tabung dan peralatan pemadam kebakaran untuk mengantisipasi bila terjadinya kecelakaan kerja seperti kebakaran.







BAB V
PENUTUP

A.       Kesimpulan
Setelah dilakukan praktikum kunjungan lapangan ke Industri Roti Berlian tentang proses pengelolaan berdasarkan 6 prinsip hygiene sanitasi makanan dan minunan dapat disimpulkan sebagai berikut :
a.         Pengelolaan makanan di Industri Roti Berlian secara umum telah menerapkan pengelolaan makanan dengan 6 prinsip HSMM
b.        Sebagian besar permasalahan yang di temukan di Industi Roti Berlian terletak pada desain bangunan dan fasilitas sanitasi serta personal hygiene penjamahnya.
c.         Alternatif pemecahan masalah yang dapat dilakukan antara lain dengan mendesain tempat produksinya sesuai dengan sanitasi yang sesuai dengan peraturan yang berlaku (KEPMENKES RI No. 715 / Menkes / SK / V / 2003 Tanggal. 23 Mei 2003 ) dan lebih disiplin dalam menerapkan personal hygiene pada penjamah makanannya

B.       Saran

1.        Dalam upaya peningkatan kualitas sanitasi lingkungan perlu adanya peran serta dari DKK, pemilik dan pekerja sehingga koordinasi dalam bekerja harus dijaga.
2.        Sebaiknya dilakukan pengawasan dalam personal hygiene masing – masing penjamah.
3.        Sebaiknya Industri Roti Berlian mendesain tempat produksinya sesuai dengan sanitasi yang sesuai dengan peraturan yang berlaku (KEPMENKES RI No. 715 / Menkes / SK / V / 2003 Tanggal. 23 Mei 2003 ) dan agar lingkungan kerja tersebut memberi dampak positif bagi pemilik serta pekerjanya dalam hal sanitasi dan kesehatan.
4.        Perlu adanya penambahan alat-alat keselamatan kerja seperti tabung dan peralatan pemadam kebakaran untuk mengurangi resiko akibat kecelakaan kerja.



C. Lampiran
1. Foto – Foto / Dokumentasi
 
Gb.1 mixer                                                           Gb.2 pembagi adonan
 
Gb.3 alat pengemas
 
Gb.4 oven listrik
  
Gb.5 oven pengembang                           Gb.6 kulkas penyimpan bahan-bahan
  
Gb.7 rak penirisan                                                Gb.8 meja pembuatan roti
 
Gb.9 tempat pencucian alat                     Gb.10 meja pesiapan
 
Gb.11 hasil produksi dan kemasan
 
Gb.12 penjamah                                       Gb.13 rak bahan - bahan
 
Gb.14 langit –langit tempat produksi      Gb.15 ventilasi udara
 
Gb.16 pencahayaan                                  Gb. 17 langkah – langkah produksi
 
Gb.18 langkah – langkah produksi
2. Quisioner dan check list

TINJAUAN PENGELOLAAN MAKANAN DAN MINUMAN
DI INDUSTRI ROTI BERLIAN
TAHUN 2011
KUEISIONER
 Untuk responden : .............................................
Alamat Perusahaan : ..............................................

I.      Data Umum
1. Identitas responden (PEMILIK)
a. Nama Pemilik                          ; ............................
b. Alamat Pemilik                        ; .............................
c. Jenis kelamin                           ; ...............................
d. Izin usaha                                  ; ...............................
e. Jumlah karyawan                   ; ..............................
f. Jumlah penjamah                   ; .................................
g. Tanggal berdiri                        ; .................................

II.    Data Khusus
1.       Berapakah luas seluruh RMT ini ?
a.       Lebih dari 100 m2
b.      Kurang dari 100 m2
c.       Lebih dari 150 m2
2.      

 
Apakah pada pabrik bihun pernah dilakukan sanitasi ?
Pernah                         Tidak Pernah
Jika pernah, berapa kali dilakukan pengawasan sanitasi ?
............................................................
3.       Bagaimana hasil dari pemeriksaan tersebut ?
a.       Ditemukan mikroba
b.      Ditemukan virus
c.       Bebas dari mikroba dan binatang pengganggu
4.       Apakah penjamah mempunyai sertifikat kesehatan ?
..........................................................
5.       Apakah penjamah makanan mempunyai sertifikat kursus keahlian lain ?
..........................................................
6.      

 
Pernahkah dilakukan pemeriksaan bahan makanan di laboratorium ?
Ya                   Tidak
7.      

 
Apakah terdapat ISPAL ?
Ya                   Tidak

 
Jika ya bagaimana kondisi ISPAL ?
baik                buruk
8.       Dari manakah sumber air dari rumah makan ini ?
a.       Sumur gali
b.      PDAM
c.       Lain-lain
9.       Apakah air tersebut ditambah dengan desinfektan?
.......................................................................
jika ya apa ?
a.       Chlorin
b.      FeCl3
c.       Kaporit
d.      Tawas


TINJAUAN PENGELOLAAN MAKANAN DAN MINUMAN
...................................................................................
TAHUN 2011

NO
ITEM YANG DIPERIKSA
HASIL PENGAMATAN
YA
TIDAK
1
PENGAMANAN atau PEMILIHAN BAHAN MAKANAN
A.      Keadaan bahan makanan
  1. Air
-          Jumlah mencukupi
-          Apakah terlindungi sumber air yang digunakan
-          Apakah tidak berbau atau tidak berasa dan tidak berwarna
-          Apakah angka kuman melebihi ambang batas
-          Apakah sisa klor (0,2 – 0,4)
-          Apakah pH (6,5 – 8,5)
  1. Bahan baku
-          Apakah terjadi kontak langsung dengan penjamah
-          Apakah bahan baku bersih
B.      Tempat pencucian bahan makanan dan peralatan
1.       Apakah mengandung desinfektan
2.       Apakah menggunakan prinsip 3 bak
3.       Apakah menggunakan air mengalir
















2
PENYIMPANAN BAHAN MAKANAN
A.      Gudang
-          Apakah bersih
-          Apakah menyimpan pada rak
-          Apakah bahan simpanan baik
-          Apakah terdapat serangga
-          Apakah terdapat tikus
-          Apakah kapasitasnya cukup memadai












3
PENGOLAHAN MAKANAN
A.      Penjamah
-          Apakah penjamah memakai APD
-          Apakah penjamah mencuci tangan sebelum dan sesudah kerja
-          Apakah terjadi kontak langsung dengan penjamah
-          Apakah badannya sehat
-          Apakah diberikan kursus atau pernah mengikuti kursus
-          Apakah memiliki sertifikat kesehatan
B.      Tempan sampah
-          Apakah sampah dibakar
-          Apakah sampah dibuang disungai
-          Apakah tempat sampah mempunyai tutup
-          Apakah tempat sampah kering dan basah dipisah
C.      Tempat produksi
-          Apakah bersih
-          Apakah lokasi bangunan terletak pada jarak < 100 meter dari sumber pencemar debu,asap, bau dll
-          Apakah tempat produksi terpisah dengan bangunan tempat tinggal
-          Apakah ada crobong asap
-          Apakah lantai kedap air
-          Apakah bangunan kokoh
-          Apakah tempat produksi cukup memadahi
-          Apakah dinding kedap air
-          Apakah ventilasi baik
-          Apakah setiap lubang ventilasi dipasangi kawat kassa serangga atau terali tikus
-          Apakah pencahayaan baik
-          Apakah tempat pengolahan rapat dari serangga dan binatang pengganggu lainnya
-          Apakah terdapat ISPAL
D.      Peralatan
-          Apakah peralatan yang digunakan selalu dibersihkan atau dicuci sebelum dan sesudah di gunakan
-          Apakah alat yang digunakan memiliki kecacatan
-          Apakah peralatan yang digunakan mengandung bahan berbahaya seperti besi, melamin dll











4
PENYIMPANAN MAKANAN
A.      Tempat penyimpanan makanan
-          Apakah terlindung dari tikus
-          Apakah terlindung serangga





5
PENDISTRIBUSIAN
-          Apakah jarak tempuh lebih dari 1 km
-          Apakah mempunyai kendaraan pribadi
-          Apakah kendaraan disewakan untuk orang lain
-          Apakah dalam proses pendistribusian makanan dalam keadaan terlindung








6
PENYAJIAN
A.      Penjamah
-          Apakah menggunakan alat saat mengambil makanan
-          Apakah cuci tangan sebelum bekerja
-          Apakah menggunakan clemek dan topi
-          Apakah penjamah menutup hidung saat bersin
-          Apakah berkuku pendek dan bersih
-          Apakah tidak punya luka terbuka seperti koreng dan bisul
B.      Tempat penyajian
-          Apakah tempat penyajian tahu bersih









Petunjuk Penggunaan Check List
  1. Apabila kenyataan yang ada tidak memenuhi kriteria yang telah ditentukan maka tingkat pemenuhannya adalah 0 % sebaliknya apabila memenuhi kriteria tingkat pemenuhannya 100%
  2. Untuk pertanyaan yang terdiri dari beberapa item, dihitung sebagai berikut,
Jumlah item yang sesuai kebutuhan  x 100%
         Jumlah iten keseluruhan             
  1. Untuk penilaian keseluruhan digunakan nilai rata-rata dari keseluruhan pertanyaan.
  2. Penentuan kategori :
Baik                    76% - 100%
Cukup                 56% - 75%
Kurang baik        40% - 55%
Tidak baik              < 40%
5.       Kriteria memenuhi syrat apabila masuk dalam kategori baik / cukup, sedangkan apabila kategorinya kurang baik atau tidak baik maka dimasukkan dalam kriteria tidak memenuhi syarat.
A.      Hasil












B.      Interpretasi