Gb. Gunung Guntur
GUNTUR... asing gak sih di telinga?? Banyak yang bilang sih "Semeru di Tanah Garut", "Miniatur Semeru" dan sebagainya masih banyak lagi. Meskipun gn. Guntur gak setinggi semeru cuma 2.249 mdpl, tapi jangan salah. Meski kecil tapi cabe rawit loh, pueeeddeeesssseee reekk. Treknya nyiksa batin eneng sepanjang perjalanan bang T_T (berasa pengen teriakkkkkk waktu itu).
Sebelum masuk ke ulasan, kita keppoin dulu yuk profil Gn. Guntur.
"Siapa sih dia? Apa sih dia?? Kayak gimana sih dia??"
Udah berasa ngeppoin gebetan hahahahaha. Gn. Guntur adalah gunung berapi yang berada di wilayah Garut, Jawa Barat dengan ketinggian mencapai 2.249 mdpl. Tipe gunung adalah tipe stratovolcano (berarti tipe berapi, kalo tipe kamu?? eaaa bapeerr). Gunung ini termasuk gunung berapi yang paling aktif di jawa pada dekade 1800-an. Tapi tenang gaes, itu dulu kalo sekarang aman di daki kok hehe. Meski gak terlalu tinggi tapi viewnya subhanallah (gue nyebut berulang ulang) ibarat lagu tuh kayak lagunya Andra and the Backbone "SEMPURNA", "PERFECTO",,, Mirip kayak view merbabu, sabananya itu loh bikin eneng gak tahan bang HAHAHA
gue, bang muhammad, bang rifa'i, mba een, pak budi, pak ibnu
pak agus dan bang rizal
Oke let's go to the story... gue berangkat bareng TEAM ROSELLA ADV yang udah punya basecamp di Cileunyi (pintu basecamp terbuka untuk pendaki yang mau gabung kok, katanya). Beruntung betul gue udah diajak sama Bang Muhammad (sebut saja begitu) walaupun dadakan (pas posisi masih di proyek ekye). Sekitar jam 18.00 tanggal 22 Juli 2016 gue di WA sama bang muhammad. Langsung deh gue muter otak, antara ikut sama gak ikut. Setelah menimbang, mengingat, mengetahui (berasa bikin undang - undang LoL) akhirnya gue setuju buat gabung. Gue di pesenin sama abang kece satu itu buat berangkat tanggal 23 Juli 2016 jam 06.00 / 07.00 WIB dari bekasi. Gue baru sampe kost bekasi jam 02.00 WIB (maklum cewe proyek alias kuli T_T, aku mah apa atuh cuma kuli bangunan) langsung tidur, bangun jam 04.00 WIB buat packing, mandi sholat dll. Dari kost sekitar jam 05.00 dianter abang ojek online (thankies bang ojek udah mau terima order pagi - pagi buta, love you...) ke terminal bekasi. Alhamdulillah dapet Bus PRIMAJASA AC Jurusan Garut, ongkos sampe cileunyi Rp. 45.000 / orang. Nyampe cileunyi jam 08.30 WIB, gue turun di pintu keluar tol sambil nunggu jemputan (eaaa...) mata ini mulai nyari dimanakah indomart / alfamart berada buat numpang ke WC plus beli sarapan. Pucuk dicinta ulam tiba, yang di tunggu - tunggu akhirnya datang juga bagaikan pangeran berkuda putih yang ngejemput princess (apaasiihh ini >,< hahaahaha). Sampe di basecamp gue dikenalin sama 2 pendaki lain, satu namanya bang rifa'i (asal jakarta) satunya mba een (asal cirebon). Gue langsung cuci muka, kaki, tangan dan lanjut tidur di basecamp. Jam 14.00 WIB gue bangun dan baru sadar "Lah ini kapan mau nanjak?? Emang gak kelamaan??", gue tanya nuh sama mba een ternyata kita masih nungguin pendaki lain yang mau ikutan dan belum selese kerja. Jiahhh jebakan batman, ngapa pula gue berangkat pagi - pagi buta dari bekasi hmmm -_______-
Sekitar jam 19.00 WIB semua personil lengkap dan kita prepare lagi apa apa yang bakal dibawa ke gunung, yang nggak begitu dibutuhin ditinggal termasuk kenangan bersama mantan eaaaa >.< HAHAHA. Kita berangkat dari basecamp ke pos pendakian pake AVANZA pak ibnu (thanks berat pak ibnu). Oh iya kita nanjak berdelapan gengs. Pak ibnu, pak budi, pak agus, bang muhammad, bang rizal, bang rifa'i, mba een dan gue sendiri (sepertinya gue yang paling muda disini hehehe). Sampe di pos pendakian sekitar jam 22.00 WIB, kita langsung markir mobil dan ndaftar ke pengelola buat simaksinya. Biaya simaksi kemarin delapan orang 122.500,- (buat per orangnya pecahin sendiri ya gengs). Kita cus berangkat, paling depan pak budi dan selaku sweeper bang muhammad.
Kita mulai trek sekitar pukul 23.00 WIB via curug citilis (katanya sih ada 1 jalur lagi yaitu jalur langsung memasuki savana diatas tempat penambang pasir). Jalurnya jelas dan rindang tapi... selepas jalur ini, akan berubah jadi pendakian semi scrambling karena jalur yang menanjak tajam dengan batuan besar. Kudu ekstra hati - hati ngelewatinnya (gue ngarasa sih kayak lagi ndaki tebing curugnya hahahahaha). Kita sampe POS 1 tepat jam 00.00 WIB. Setelah ngelewatin curug dan posisi di atas curug citilis kita masuk ke track yang dikelilingi padang savana (karena malem jadi gue gak ngerti pemandangannya kayak apa) dan sampe ke POS 2 atau 3 gitu batas terakhir ngecamp dan sumber mata air terakhir. Kita sampai sekitar pukul 02.00 WIB, langsung gelar tenda bikin kopi bagi yang ngopi gue sih enggak hehehe minum air putih aja (karena alasan tertentu gak boleh banyak minum yang aneh aneh, maklum PRINCESS hahaha).
Kita istirahat sebentar dan mutusin bakal ngetrack ke puncak sekitar pukul 03.00 WIB. Kita ngebawa yang perlu dibawa aja karena trek di depan itu sangat - sangat bikin frustasi (incess lelah bang hahahaha), karena jalur pendakian bakal lebih berat. Jalur yang tadinya tanah, sedikit demi sedikit berubah menjadi batu kerikil yang mudah lepas dan longsor. Setapak demi setapak jalur dilewati, tips buat nanjak jalur kayak gini cari jalur yang ada rumputnya buat ngurangi kejadian kepeleset. Pohon hijau hampir gak ada dan yang paling ngengsarain kemiringan 45 - 55 drajat sempurna, gue nebak sih hampir 70 drajat sih (incess pengen nangis rasanya T_T). Mendekati puncak 1 jalur semakin ekstrim dan terjal, ditengah jalur pendakian akan ditemui pohon pinus yang berdiri sendiri (kasian pohon pinusnya gak ada pasangannya T_T, baper again hahaha). Kita sampai di puncak 1 sekitar jam 05.30 WIB alhamdulillah bisa liat sunrise, dan masih ada signal yeyy.
Kita langsung bongkar carrier, cari nesting bikin kopi aku nyender plus bobo cantik bentar (maklum pelor >,<).
Ternyata eh ternyata puncak sebenernya masih jauh dari puncak 1 (PHP bener nih gunung T_T, pengen nangis lagi gue hahahaha). Kita lanjut ke puncak utama atau puncak 2, tracknya masih sama persis waktu mau nanjak puncak 1 yappp pasir dan krikil again. Sekitar 40 menit sampai ke puncak 2 pemandangan bebas tersaji di depan mata, kita bisa liat kawah gunung guntur, dan view gunung lainnya seperti Gunung Galunggung, Gunung Cikuray dengan gagahnya yang berbentuk segitiga sama sisi sempurna, Gunung Papandayan yang selalu berasap, dan utara ada Gunung Ciremai. Oh iya disini terdapat Tugu GPS pertanda puncak guntur yang dibuat oleh tim delegasi ITB. Kalo kita balik badan, masih ada puncak dari gunung guntur yaitu Puncak 3. Karena kabut yang turun tebel banget makanya kita mutusin tidak nanjak ke puncak 3, kita memutuskan untuk turun ke camp.
Selama perjalanan turun, kita ketemu pendaki lain dan nyempetin buat foto - foto. Oh iya untuk turun disarankan pake jalur batu ya gengs biar cepet dan mudah. Kalo mau nanjak gunung ini, disaranin pake sepatu dan jangan sampe kesel ya kalo sepatunya bakal jadi korban alias jebol hehehehehe. Kemudian jangan lupa jaga ego masing - masing, karena "Bukan Gunung yang Kita Taklukan, Melainkan Diri Sendiri".
Satu quotes yang gue suka banget :
"Mendaki gunung adalah salah satu kegiatan yang tidak mengenal lelah. Sang pendaki akan mendaki jauh dan lebih jauh lagi tapi tak akan pernah sampai tujuan. Mungkin itulah yang membuat mendaki gunung punya daya tarik tersendiri. Sang pendaki akan selalu mencari sesuatu yang tidak akan pernah dia temui"
-Hermann Buhl-
Sekian postingan kali ini, makasih sebelumnya buat teman - teman pendaki yang sudah berkenan hati untuk ngajak gue ke Gn Guntur.
-Salam Ransel-
Sepatu Tanpa Kaca
IG










Blog nya mba wid toch...
BalasHapusHahaha iya pak.
HapusBlog lama ini.